Tentang Rindu Dan Kamu
Kelak : Rindu akan memanggilmu, menjelma sebagai Doa serta nama dalam rahasia
di balik rona merah senja.
Terkadang, Rindu ibarat dongeng
yg dikisahkan sang ibu, dan aku pun
terlelap tanpa tahu ujung mimpiku.
Segala Hal, yang pergi seUsai kau,
hanyalah ilusi ,seperti perih dan esok hari.
mungkin juga, waktu.
Aku ingin melukiskan kehilangan,
seperti kabut yg sebentar mampir
di pagi hari.
Tak ada yg sedang lupa waktu.
Aku cuma sedang
menghitung abu arang.
Betapa pernah Terbakarnya kita.
Esok...Mata kita bak telaga
yang senantiasa senang menangisi kisah.
Sedang ketabahan telah sudih menjadi muara segala rasa indah serta kepedihan yang pernah ada.
Tafsirkan aku,
sebagai yang kekal dalam ingatanmu.
Akan selalu ada yg tak mampu kauterjemahkan,
kecuali oleh Waktu.
Kita tak butuh perasaan sedih
yang kita tak punya.
Biarkan sebuah kenangan yang indah
atau kesedihan lain
Yang kan menghapusnya.
Ada satu kata,
yang tak akan pernah sanggup
aku tuliskan.
kau hanya bisa menebaknya..!
saat aku tak lagi ada.
Pada luka kau ajarkan aku ber Doa.
Meski tak menggenapi duka.
Pada rindu kau mengekalkanku
pada pilu.
Kita begitu ahli menyakiti,
juga mahir menjelajah sunyi.
Coklat panas dan hujan deras.
Menjelma rindu serta pelukanmu.
Katamu aku sedang bermain api.
Padahal aku sudahlah menjadi Abu getir yang di Rahasiakan waktu.
Kuberi kau sepasang sayap
dan kubiar bebas lepas kemana yang kau mau dan kau tuju.
Mungkin itu lah sebaik-baik ibarat aku
mencintaimu...
Tanpa batas ruang dan waktu.
Comments
Post a Comment